Selasa, 28 Desember 2010

Etika Bisnis Islami

  Pengertian Etos Kerja
Etos berasl dari kata Yunani yang berarti sesuatu yang diyakini, cara berbuat, sikap serta persepsi terhadap nilai bekerja. Dari kata ini kemudian muncul kata “ethic” yaitu pedoman, moral, dan perilaku atau dikenal dengan etiket yaitu bersopan santun.
Sedangkan bekerja adalah segala usaha maksimal yang dilakukan manusia, baik lewat gerak anggota tubuh ataupun akal untuk menambah kekayaan, baik diakukan secara perorangan ataupun secara kolektif, baik untuk pribadi ataupun untuk orang lain.
Aktivitas manusia dapat dikatakan bekerja jika mengandung dua aspek yang harus dipenuhi secara nalar, yaitu:
·      Aktivitasnya dilakukan karena ada dorongan untuk mewujudkan sesuatu sehingga tumbuh rasa tanggung jawab yang besar untuk menghasilkan karya atau produk yang berkualitas.
·      Apa yang dilakukan merupakan kesengajaan dan direncanakan sehingga timbul semangat untuk mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki guna memberikan kepuasan dan manfaat.
Dari pengertian tersebut etos  kerja berarti cara atau pedoman perilaku dalam menjalankan suatu usaha atau kegiatan seseorang baik untuk pribadi maupun orang lain.
Menurut Soerjono Soekanto etos yaitu, (a) Nilai-nilai dan ide-ide dari suatu kebudayaan, dan (b) Karakter umum suatu kebudayaan. Sedangkan kerja merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang memiliki tujuan dan usaha guna membuat aktivitas tersebut bermanfaat.
Adapun etos kerja menurut Muchtar Buchori adalah sikap dan pandangan terhadap kerja, kebiasaan kerja yang dimiliki seseorang, suatu kelompok manusia atau suatu bangsa. Etos kerja adalah sifat, watak, dan kualitas batin manusia, moral, dan gaya estetik serta suasana batin mereka.
Etos kerja bagi seorang muslim bisa dimotivasi oleh kualitas hidup islami yang merupakan sebuah lingkungan yang lahir dari semangat tauhid, yang dijabarkan lewat amal shaleh, berarti bagi seorang muslim bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya, namun juga manifestasi dari amal shaleh.   
Ciri-ciri Etos Kerja Muslim
·      Mereka kecanduan kejujuran
Jujur berasal dari kata shidq “kejujuran”. Kata shiddiq adalah bentuk penekanan dari shadiq yang berarti orang yang didominasi kejujuran Dalam bahasa Latin jujur bisa diartikan Honest atau honestus (honorable), atau honos (honour), yang berarti tidak pernah menipu, berbohong atau melawan hukum. Berani menyatakan sikap secara transparan, terbebas dari segala kepalsuan dan penipuan, hatinya terbuka dan selalu bertindak lurus sehingga memiliki keberanian moral yang lurus. Perilaku yang jujur adalah perilaku yang diikuti oleh sikap tanggung jawab atas apa yang diperbuat atau integritas.
Pribadi muslim merupakan tipe manusia yang terkena kecanduan kejujuran, dlam situasi apapun, dia merasa bergantung pada kejujuran dan bergantung pada amal shaleh, seperti terkena sugesti, sekali dia berbuat jujur atau amal shaleh lain maka dia akan ketagihan untuk terus mengulanginya. dia merasa merdeka kaena terpenjara dalam kejujuran dan bangga menjadi budaknya Allah.
·      Mereka memiliki komitmen (Aqidah, Aqad, Itiqad)
Commitment berasal dari bahasa latin commitere, to connect, entrust-the state of being obligated or emotionally impelled adalah keyakinan yang mengikat (aqad) sedemikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah tertentu yang diyakininya (I’tiqad).
Daniel Goldman, penulis buku laris, Working with Emotional intelligence, mengidentifikasikan cirri-ciri orang  yang berkomitmen antara lain:
1.         Siap berkorban demi pemenuhan sasaran perusahaan yang lebih penting.
2.         Merasakan dorongan semangat dalam misi yang lebih besar.
3.         Menggunakan nilai-nilai kelompok dalam pengambilan keputusan dan penjabaran berbagai pilihan.
·      Istiqomah, Kuat Pendirian
Pribadi muslim yang professional dan berakhlak memiliki sikap konsisten. Konsisten berasal dari bahasa Latin consistere harmony of conduct or practice with profession ability  to be asserted together without contradiction, yaitu kemampuan untuk bersikap secara taat asas, panang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip serta komitmennya walau harus berhadapan dengan resiko yang membahayakan dirinya.
Seseorang yang istiqomah tidak mudah berbelok arah betapapun godaan untuk mengubah tujuannya, dia tetap pada niat semula. Ucapan InsyaAllah harus benar-benar menjadi tekad yang kuat. Sikap Istiqomah atau konsisten, merupakan sikap untuk menunjukkan keyakinan yang berhadapan dengan tantangan.
·      Mereka Kecanduan Disiplin
Disiplin dalam bahasa Latin yaitu disciple, discipulus, yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tenang dan tetap taat walaupun dalam situasi yang sangat menekan.          
Disiplin adalah masalah kebiasaan. Setiap tindakan yang berulang pada waktu dan tempat yang sama. Kebiasaan positif yang harus dipupuk secara terus menerus. Pribadi yang berdisiplin sangat berhati-hati dalam mengelola pekerjaan dengan penuh tanggung jawab sehingga terarah pada hasil yang akan diperoleh, dan mampu menyesuaikan diri dalam keadaan yang menantang.
·      Konsekuen dan Berani Menghadapi Tantangan (Challenge)
Bagi seorang yang berkepribadian muslim hidup adalah pilihan (life is a choise) dan setiap pilihan merupakan tanggung jawab pribadinya. Rasa tanggung jawab itulah yang mendorong perilakunya untuk bergerak dinamis, sebuah motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan dan menjaga apa yang telah menjadi keputusan atau pilihannya. Orang yang konsekuen mempunyai kemampan untuk melakukan pengendalian dan mengelola emosinya menjadi penggerak positif untuk menjalani keyakinannya.
·      Mereka Memiliki Sikap Percaya Diri
Pribadi muslimyang percaya diri memancarkan raut wajah yang cerah dan berkharisma. Percaya diri melahirkan kekuatan, keberanian, dan tegas dalam bersikap. Orang yang berada di sekitarnya merasa optimis, tenteram, dan muthma’innah.menurt penelitian Boyatzis bahwa orang yang percaya diri lebih berprestasi daripada orang yang biasa-biasa saja.
Sikap percaya diri dapat kita lihat dari beberapa cirri, yaitu:
Ø Berani mengeluarkan pendapat atau gagasannya sendiri walaupun berisiko tinggi.
Ø Mampu mengendalikan emosinya, sehingga tetap tenang dan berpikir jernih walaupun dalam tekanan.
Ø Memiliki independensi kuat sehingga tidak mudah terpengaruh orang lain.
·      Mereka Orang yang kreatif
Pribadi muslim yang kreatif selalu ingin mencoba metode atau gagasan baru dan asli. Sehingga diharapkan hasil kinerjanya dilaksanskan secara efisien dan efektif.
Ciri-ciri orang yang kreatif menurut Goldman yaitu kuatnya motivasi untuk berprestasi, berkomitmen, inisiatif dan optimism. Dan masih menurut pengamatam Goldman lagi karakteristik orang kreatif itu meliputi beberapa tahapan yaitu:
1.    Keterbukaan, terbuka mau mendengar dan menerima banyak informasi. Aktif bertanya, membaca atau mengalami hal-hal yang baru.
2.    Pengendapan, sebagai akibat dari proses belajar dan keterbukaan dirinya terhadap rangsangan luar, pengetahuan, dan pengalaman orang lain.
3.    Reprouksi, senang untuk mencoba dan mengeluarkan kembali hasil pangamalannya dalam bentuk kreativitasnya yang orisinil.
4.    Evaluasi, senantiasa melakukuan evaluasi atau penilaian atas hasil kerjanya.
5.    Pengembangan Diri, terus enerus mengembangkan diri dan menghasilkan karya atau inovasi-inovasi baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar